Selasa, 01 Mei 2012

Lirik Potensi TKI di Korea, BRI Gandeng Industrial Bank of Korea

Cukup besarnya TKI yang bekerja di Korea, dengan jumlah mencapai 37 ribu, memberikan potensi tersendiri bagi BRI untuk bisnis remitansi. Dalam memperlancar, perseroan menjalin kerjasama dengan Industrial Bank of Korea. Paulus Yoga
Jakarta–PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menjalin kerjasama dengan Industrial Bank of Korea, menindaklanjuti kerjasama dengan Badan Koordinasi Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) terkait dengan cukup banyaknya TKI di Korea.
Penandatanganan nota kesepahaman kerja sama bisnis internasional tersebut dilakukan oleh Direktur Keuangan BRI Achmad Baiquni dan Chair and CEO Industrial Bank of Korea Cho Juh-Hee, di Gedung BRI, Jakarta, Selasa, 1 Mei 2012.
Selain potensi dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada TKI di Korea, BRI juga melirik potensi dari pengiriman uang (remitansi) yang dilakukan para TKI, pendapatan berbasis biaya (fee based income) dari bisnis trade finance (pembiayaan perdagangan).
BRI sendiri mematok perolehan fee based income trade finance sebesar Rp75 miliar, fee based income remitansi Rp4 miliar, dan pendapatan dana mengendap sebesar Rp8 miliar, serta pendapatan selisih kurs valuta asing Rp515 juta.
“Lewat MoU ini kita sama-sama mau langsung jadi kerja sama. Fokus kita sekarang remitansi dan trade finance dulu, baru nanti ke pembiayaan,” terang Achmad Baiquni.
Ia menambahkan, saat ini di Korea ada 37 ribu TKI, di mana sedikitnya ada 6 ribu TKI yang menggunakan Industrial Bank of Korea untuk mengirimkan uang ke Indonesia.
“Jadi, ini dari 6 ribu TKI, kalau per bulan satu orang kirim Rp10 juta, itu paling tidak ada Rp60 miliar. Kita kenakan biaya Rp15 ribu sampai Rp25 ribu,” ucapnya.
Cho Juh-Hee menegaskan, perusahaan Korea di Indonesia sendiri cukup banyak sehingga kerjasama dengan BRI menjadi strategis. Dari sisi pengiriman uang oleh TKI juga cukup banyak.
“Bayangkan sebanyak 6 ribu TKI daftar di kita untuk kirim uang. Kita kerja sama dengan BRI karena banyak kesamaan, seperti melakukan pembiayaan ke usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), juga sama-sama dimiliki oleh pemerintah,” tuturnya. (*)

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by BRIfast Remittance | Kirim uang dengan hitungan detik | Seluruh dunia