Selasa, 01 Mei 2012

Kembangkan Bisnis Remitansi, BRI Gandeng Industrial Bank of Korea - detikFinance

Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bersama Industrial Bank of Korea (IBK) saling bekerja sama dalam hal pengembangan bisnis. BRI siap berekspansi di Korea dan sebaliknya, IBK siap menggaet pasar Indonesia.

Kedua korporasi ini resmi melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

"Penandatangan MoU tersebut dilakukan untuk penjajakan lebih lanjut hubungan bisnis antara BRI dengan IBK,” ujar Sekretaris Perusahaan Bank BRI Muhamad Ali dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (1/4/2012).


Dikatakan Ali, penandatangan itu merupakan langkah BRI untuk menggarap dan mengembangkan potensi bisnis yang ada antara Indonesia dengan Korea terutama bisnis remitansi, trade finance, dan pembiayaan.

Peluang tersebut mengacu kepada data BNP2TKI (Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia), jumlah TKI di Korea tahun 2011 sebanyak 37.000 orang.

Tahun 2012 terdapat peningkatan kebutuhan TKI di Korea sejumlah 10.000. Data BNP2TKI menunjukan nilai remitansi Asia Pasific termasuk Korea tahun 2011 sebesar US$ 3,8 miliar, dengan jumlah transaksi dari Korea sebanyak 28.000 transaksi. Dan data BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) menunjukan investasi Korea di Indonesia tahun 2011 sebesar US$ 1,15 miliar, dengan jumlah perusahaan Korea di Indonesia berjumlah 1.500 perusahaan.

"Rencana kerjasama BRI-IBK itu sebagai tindak lanjut MoU antara BRI dengan BNP2TKI untuk pembiayaan pemberangkatan TKI G2G dengan Korea," imbuh Ali.

KUR Korea

Sampai Maret 2012, BRI telah mengucurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) TKI kepada 538 TKI program G2G Korea dengan realisasi sebesar Rp 5,38 miliar. Pembayaran angsuran KUR TKI tersebut akan dilakukan melalui IBK.

"Selain kerjasama korespondensi untuk pembayaran angsuran KUR TKI, kerjasama dengan IBK dilakukan untuk memperluas koridor kerjasama bisnis remittance BRI. Untuk target Trade Finance BRI tahun 2012 Rp 217 miliar sedang target remittance sebesar Rp 42 miliar," papar Ali.

Ali menambahkan, pihaknya memproyeksikan manfaat adanya kerjasama dengan IBK ini yakni pendapatan dari Fee Based Income Trade Finance sebesar Rp 75 miliar, Fee Based Income Remittance sebesar Rp 4 miliar, pendapatan pengendapan dana sebesar Rp 8 miliar, dan pendapatan Selisih Kurs Valuta Asing sebesar Rp 515 juta.

"Hal lain, BRI dan IBK memiliki kesamaan profil bisnis. IBK adalah bank yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Korea Selatan, yang memiliki 633 kantor domestic dan 16 kantor overseas. IBK juga merupakan market leader dalam segmen SME loan, sama dengan segmentasi nasabah BRI yang merupakan nasabah UMKM," pungkas Ali.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by BRIfast Remittance | Kirim uang dengan hitungan detik | Seluruh dunia